Skip to main content

Aku Ingin Berhenti.

In so many ways
I'm somebody else
I'm trying so hard
To be myself.
I just need to hear
Somebody say
That this will all make
Sense one day.

- Tame Impala, Music To Walk Home By

(Yes, aku menemukan cermin lagi!!)

Saat aku sedang terjebak di ruang hampa (atau sederhananya ngelamun), aku selalu otomatis memikirkan posisiku.
Posisiku dihidup ini, posisiku di mata orang-orang yang aku sayangi, posisiku saat ini sebagai manusia, posisiku di alam semesta ini, lalu posisiku di dalam diriku sendiri.
Percaya atau tidak, aku selalu terjebak di dalam pertanyaan itu selama bertahun-tahun. Perbedaannya hanya pada sudut pandangku terhadap segala hal yang semakin bercabang, seiring umurku yang bertambah juga.

Dan sebenarnya, aku lelah dengan otakku yang selalu otomatis membuka celah pemikiran itu.
Seolah-olah aku memang manusia yang dirancang untuk berpikir tentang batin.
Sangat lelah.
Frustasi.
Uwow.
Sampai ingin berteriak sekencang mungkin, hingga menembus langit kalau bisa. Biar yang di atas tahu kalau batinku tak sekuat itu.

Dan aku selalu, selalu, membutuhkan orang yang mengerti badai itu dan berkata,
"Tidak apa-apa.
Tidak perlu sekhawatir itu".
Setulus mungkin,
sampai aku kelupaan untuk memosisikan diri.

Comments

Popular posts from this blog

Damai

Kepergian Jonghyun meninggalkan luka untuk banyak sekali orang dan meninggalkan kehancuran bagi keluarga dan para anggota SHINee. Beberapa hari setelah Jonghyun meninggal, aku selalu mengikuti perkembangan berita tentang Jonghyun dan teman-teman satu grupnya. Bagaimana Jonghyun sering berbicara tentang depresi yang dialaminya di beberapa wawancara dan khususnya di surat terakhir yang ia berikan pada sahabatnya. Bagaimana kedekatannya dengan anggota lain di berbagai variety shows dan di atas panggung. Bagaimana sifatnya yang sangat lugu dan menyenangkan di depan layar kaca, yang seringkali membuat siapapun tertawa. Bagaimana ia selalu menyanyi dengan sepenuh hati dan membuat siapapun merinding. Di balik segala keajaiban yang ia ciptakan, ternyata ia bergelut dengan monster kelam yang merenggut jiwanya perlahan. Mungkin banyak orang yang berkata, “Kenapa ia sampai harus mengakhiri hidupnya? ia depresi karena ia tak mau berdamai dengan dirinya sendiri kan?” “Betapa bodoh keputusan...

Merakit Sentosa

Kau akan selalu menemukan kebenaran yang menyenangkan disaat kau tersaruk mengais kebahagiaan yang dirasa jauh. Percayalah bahwa apapun yang kau usahakan tak akan pernah sia-sia, selama kau benar-benar tulus dan rela mengeluarkan segala kemampuanmu. Tak lupa disertai doa. Lalu saat kau sudah mengerahkan semuanya, berpasrahlah pada Tuhan karena semua usahamu akan terbayar. Entah wujudnya sesuai bayanganmu atau jauh diluar itu, semuanya akan sepadan. Jika sesuai bayanganmu, berarti kau akan bahagia sesuai bayanganmu. Jika itu tak sesuai, kelak kau akan bahagia karena mendapatkan perbekalan berharga untuk pelayaranmu melawan ombak lautan esok hari dan seterusnya. Kebahagiaan tak bisa kau raih dari hasil harap termangu sewindu tanpa menggerakkan badan untuk berlari, mencari, dan menciptakannya sendiri. Kau tak bisa mendapatkan rasa bahagia dari terus mengharapkan orang lain akan tiba-tiba mewujudkannya. Ayolah, bahkan dongeng-dongeng yang suka kau baca di masa kecilmu selalu mencerit...

Untuk Beberapa Lama Sejak Lalu Sampai Nanti Entah Kapan, Aku 'Tak Bisa Jatuh Cinta.

Untuk beberapa lama sejak lalu sampai nanti entah kapan, aku tak mau jatuh cinta. Kau tahu betapa merepotkannya hal itu? Kita jatuh cinta (kembali) hanya demi menghapus masa lalu atau bahkan sekedar memudarkan kesendirian yang terlalu lama. Lalu kau mencari seseorang yang baru. Saat kau menemukan seseorang itu, kau harus memulai banyak proses dari nol; menyiapkan mental, menahan banyak rasa ingin tahu dan rasa aneh yang menjalar diperut dan hatimu, menggali informasi tentang dirinya dan apa yang berkaitan dengannya, mencari cara agar bisa berbicara banyak dengannya, dan langkah-langkah awal lainnya. Jika kau sudah melalui proses awal, lalu kau mulai melangkah ke proses pertengahan (jika kau beruntung, belum jika kau gagal dan sudah sakit hati di awal). Kau mulai berbicara intens dengannya, menemukan banyak topik pembicaraan dan kau harus terus menjaga komunikasi juga mencari topik-topik lainnya. Uh, merepotkan. Tiba diproses puncak ketika kau dirasa punya kendali atas keputusan ...