Skip to main content

Kendali Manusia



Hari itu, 
pagi itu,
 ia berkata dengan sangat jelas dan lantang, 
menjawab pertanyaanku tentang ketidakadilan yang selalu aku rasakan tentang kepergian,
mendobrak satu pintu kesadaranku hingga air mata jatuh begitu saja,
“Tak ada seorangpun yang punya kendali atas siapa yang harus datang atau pergi dalam hidupnya, tak terkecuali aku atau kamu,”.
Tak lama ia pamit. 
Dan kemudian menjadi suara terakhir darinya yang aku dengar hingga saat ini, atau selamanya kemudian.

Menyadarkanku,
setelah awalnya aku tak berhenti mengutuk diriku atas ketidakberdayaanku dan kerap menciptakan awan gelap di hari-hari terik untukku sendiri, 
kemudian kata-kata itu menjadi takdir manusia yang paling aku syukuri.

Kelak kau akan mengerti arti datang dan pergi,
Sepahit apapun itu, akan selalu penuh arti.



Beberapa malam ini aku sedang gemar-gemarnya tidur memakai sweater.
Malam ini terpilih 1 sweater, warnanya biru donker.







*(i got this from someone's instagram feed)
 there are 2 ways to be remembered : make someone so happy they're convinced they will never be happier or, hurt someone so much they're convinced they will never recover.
Congratulations,
you did both. 

Comments

Popular posts from this blog

Damai

Kepergian Jonghyun meninggalkan luka untuk banyak sekali orang dan meninggalkan kehancuran bagi keluarga dan para anggota SHINee. Beberapa hari setelah Jonghyun meninggal, aku selalu mengikuti perkembangan berita tentang Jonghyun dan teman-teman satu grupnya. Bagaimana Jonghyun sering berbicara tentang depresi yang dialaminya di beberapa wawancara dan khususnya di surat terakhir yang ia berikan pada sahabatnya. Bagaimana kedekatannya dengan anggota lain di berbagai variety shows dan di atas panggung. Bagaimana sifatnya yang sangat lugu dan menyenangkan di depan layar kaca, yang seringkali membuat siapapun tertawa. Bagaimana ia selalu menyanyi dengan sepenuh hati dan membuat siapapun merinding. Di balik segala keajaiban yang ia ciptakan, ternyata ia bergelut dengan monster kelam yang merenggut jiwanya perlahan. Mungkin banyak orang yang berkata, “Kenapa ia sampai harus mengakhiri hidupnya? ia depresi karena ia tak mau berdamai dengan dirinya sendiri kan?” “Betapa bodoh keputusan...

Merakit Sentosa

Kau akan selalu menemukan kebenaran yang menyenangkan disaat kau tersaruk mengais kebahagiaan yang dirasa jauh. Percayalah bahwa apapun yang kau usahakan tak akan pernah sia-sia, selama kau benar-benar tulus dan rela mengeluarkan segala kemampuanmu. Tak lupa disertai doa. Lalu saat kau sudah mengerahkan semuanya, berpasrahlah pada Tuhan karena semua usahamu akan terbayar. Entah wujudnya sesuai bayanganmu atau jauh diluar itu, semuanya akan sepadan. Jika sesuai bayanganmu, berarti kau akan bahagia sesuai bayanganmu. Jika itu tak sesuai, kelak kau akan bahagia karena mendapatkan perbekalan berharga untuk pelayaranmu melawan ombak lautan esok hari dan seterusnya. Kebahagiaan tak bisa kau raih dari hasil harap termangu sewindu tanpa menggerakkan badan untuk berlari, mencari, dan menciptakannya sendiri. Kau tak bisa mendapatkan rasa bahagia dari terus mengharapkan orang lain akan tiba-tiba mewujudkannya. Ayolah, bahkan dongeng-dongeng yang suka kau baca di masa kecilmu selalu mencerit...

Untuk Beberapa Lama Sejak Lalu Sampai Nanti Entah Kapan, Aku 'Tak Bisa Jatuh Cinta.

Untuk beberapa lama sejak lalu sampai nanti entah kapan, aku tak mau jatuh cinta. Kau tahu betapa merepotkannya hal itu? Kita jatuh cinta (kembali) hanya demi menghapus masa lalu atau bahkan sekedar memudarkan kesendirian yang terlalu lama. Lalu kau mencari seseorang yang baru. Saat kau menemukan seseorang itu, kau harus memulai banyak proses dari nol; menyiapkan mental, menahan banyak rasa ingin tahu dan rasa aneh yang menjalar diperut dan hatimu, menggali informasi tentang dirinya dan apa yang berkaitan dengannya, mencari cara agar bisa berbicara banyak dengannya, dan langkah-langkah awal lainnya. Jika kau sudah melalui proses awal, lalu kau mulai melangkah ke proses pertengahan (jika kau beruntung, belum jika kau gagal dan sudah sakit hati di awal). Kau mulai berbicara intens dengannya, menemukan banyak topik pembicaraan dan kau harus terus menjaga komunikasi juga mencari topik-topik lainnya. Uh, merepotkan. Tiba diproses puncak ketika kau dirasa punya kendali atas keputusan ...